Bersukacitalah Saat Hadapi Masalah dan Tekanan

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!

Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
(Fil. 4:4)

Terjadi pergolakan di dunia saat-saat ini, perekonomian sedikit terguncang, di venezuela, Turki, campur tangan negara adi kuasaAmerika Serikat dan China.

Bagaimana di Indonesia?  Perekonomian kita saat ini berada dalam keadaan fundamental yang kuat, pergerakan perekonomian semakin giat, terlebih dikalangan anak-anak muda, mereka menjadi pengusaha-pengusaha yang hebat di usia muda.

Namun, disisi lain ada perubahan-perubahan besar dan bencana alam yang terjadi belakangan ini berupa gempa yang terjadi di Lombok, bahkan ada prediksi akan terjadi gempa yang lebih dahsyat lagi di beberapa tempat termasuk di Jakarta.

Apa yang sedang terjadi saat ini? Kita percaya saat ini kita berada dalam putaran terakhir dari masa terakhir dimana sebentar lagi Tuhan Yesus akan datang untuk kali kedua.

Tuhan Yesus bisa datang kapan saja, namun yang penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali tersebut.

Firman Tuhan yang menjadi pegangan kita anak-anak Tuhan, sebab ketika kita berpegang teguh dalam firman-Nya maka kita tidak mudah untuk diombang-ambingkan.

Di tengah tekanan dan masalah yang ada kita tidak perlu takut dan kuatir.

Orang benar tidak pernah ditinggalkan Tuhan, sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang maha kuasa, Dia sanggup melakukan banyak hal. Oleh karena itu, di tengah tekanan hidup sekarang ini Tuhan pasti ada menolong kita.

Ada kisah dalam Alkitab yang menceritakan mengenai Saulus yang memiliki kejahatan yang luar biasa terhadap orang-orang percaya namun akhirnya menjadi Paulus karena Tuhan memilihnya.
Seorang penjahat diubahkan oleh Tuhan menjadi rasul yang luar biasa karena Tuhan membela umat-Nya.

Kita tidak dapat membela diri kita sendiri, melainkan Tuhanlah yang menjadi pembela kita
, orang percaya dibela oleh Tuhan. Tuhan mengubahkan Saulus menjadi Paulus untuk membela umat-Nya.

Perjalanan Paulus menjadi pengikut Yesus juga mengalami masa-masa dalam tekanan, namun dalam tekanan sekalipun Paulus tetap bisa memberikan kekuatan dan penghiburan kepada umat Tuahn yang lain.

Apa yang dapat kita lakukan dalam menghadapi masalah atau tekanan?

1.Bersukacitalah Senantiasa

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
(Fil. 4:4)

Ayat di atas ditulis Paulus ketika berada dalam penjara, seorang Paulus yang sedang mengalami masalah dan berada dalam penjara menguatkan orang lain yang ada di luar penjara, hal ini menunjukkan bahwa Paulus memiliki kualitas rohani yang baik/excellent
sebab keadaan yang berat tidak menghimpitnya melainkan dapat menjadi kesaksian yang memberkati orang lain.

Tuhan menghendaki kita untuk belajar bersukacita, dalam kondisi apapun.

Tidak ada beban berat dalam hidup kita ketika kita mau bersukacita. Setiap kita mempunyai masalah masing-masing, ada yang ringan dan ada yang berat. Saat menghadapi masalah dan
pergumulan yang berat jangan takut karena kita memiliki Tuhan.

Tuhan ijinkan masalah dan pergumulan itu terjadi agar kita tahu bahwa kita punya Tuhan yang sanggup mengerjakan banyak hal, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan ketika kita menang atas masalah tersebut maka hal itu akan menjadi kesaksian ya ng memberkati orang banyak.

Banyak cara yang bisa Tuhan kerjakan, Tuhan bisa bekerja secara langsung namun bisa juga dengan memakai cara lain, semuanya digunakan untuk mempermuliakan nama Tuhan, masing-masing dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi orang lain.

Masalah dan tekanan yang ada memberikan banyak pelajaran penting yang dapat kita pelajari, Tuhan hendak mengajarkan banyak hal untuk kita bisa pahami sehingga kita bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita, dan yang lebih penting adalah
kita mendapat perkenanan Tuhan.

2.Jangan Berhenti untuk Berbuat Baik kepada Orang Lain.

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
(Fil. 4:5) Kebaikan-kebaikan yang kita berikan kepada orang lain akan membawa kebaikan-
kebaikan yang baru bagi kita.

Kita tidak pernah tahu apa yang dapat Tuhan kerjakan dalam hidup kita, namun yang pasti ketika kita melakukan dengan taat apa yang menjadi perintah-perintah Tuhan maka Tuhan sanggup melakukan banyak hal.

Tuhan menghendaki setiap kita untuk terus berbuat baik kepada semua orang , oleh karena itu hendaknya setiap kita bisa terus berbuat baik, jangan pernah berhenti berbuat baik maka Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat-Nya.

3. Mengucap Syukur Senantiasa dalam Segala Hal

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikir
anmu dalam Kristus Yesus. (Fil. 4:6-7)

Mengucap syukur berarti menekan ego kita, jika kita tidak dapat mengucap syukur berarti kita tidak bisa menerima kenyataan. Kita dapat menyampaikan segala keinginan kita kepada Tuhan namun harus disertai dengan ucapan syukur.

Mengucap syukur berarti kita bisa melihat segala sesuatu dengan perspektif/sudut pandang Tuhan, kita punya keinginan namun hendaknya keinginan kita itu ditaklukkan dibawah kehendak Tuhan.

4. Menjaga Hati, Pikiran dan Mulut Kita

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.(Fil. 4:8)

Tingkah laku kita harus baik dan benar, jangan mau ditipu iblis, oleh karena itu mari menaklukkan pikiran kita dalam Kristus,pikirkan yang baik, yang mulia, adil, suci, manis, sedap didengar.
Mari kita tidak berpusat kepada masalah, karena lewat firman-Nya Dia telah memberikan jalan keluar dan jawaban, lakukan keempat hal di atas dalam menghadapi masalah dan tekanan sehingga kita bisa keluar menjadi pemenang.

Related stories