Jangan Mencuri Hak Milik Tuhan



"Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."(Yos. 3:5)

Syarat agar Tuhan melakukan mujizat dalam hidup kita adalah kita harus hidup kudus dan benar. Namun seringkali kita melakukan dosa di hadapan Tuhan.

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala  kejahatanmu,  dan  yang  membuat  Dia  menyembunyikan  diri  terhadap  kamu,  sehingga  Ia  tidak mendengar, ialah segala dosamu.”(Yes. 59:1-2)

Bukan  Tuhan  tidak  mendengar  doa  kita,  namun  karena  ada  dosa  yang  menjadi  pemisah.  Dosa mengakibatkan  kita  tidak  dapat  melihat  pekerjaan  Tuhan  dalam  hidup  kita.  Apa  yang  menjadi  haknya Tuhan  tidak  boleh  kita  ambil. 

Waktu bangsa  Israel  merebut  kota  Yerikho.  Tuhan  berpesan  kepada bangsa Israel yaitu  "Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN." (Yos 6:19)

"Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang  yang dikhususkan  itu,  karena  Akhan  bin  Karmi  bin  Zabdi  bin  Zerah,  dari  suku  Yehuda,  mengambil  sesuatu  dari  barang-barang  yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.

Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang  yang  dikhususkan  itu,  mereka  mencurinya,  mereka  menyembunyikannya  dan  mereka menaruhnya  di  antara  barang-barangnya.  Sebab  itu  orang  Israel  tidak  dapat  bertahan  menghadapi musuhnya. 

Mereka  membelakangi  musuhnya,  sebab  mereka  itupun  dikhususkan  untuk  ditumpas.  Aku tidak  akan  menyertai  kamu  lagi  jika  barang-barang  yang  dikhususkan  itu  tidak  kamu  punahkan  dari tengah-tengahmu." (Yos. 7:1,11-12)

Ternyata  ada  satu  orang  yaitu  Akhan  yang  mencuri  milik  Tuhan  dan  Tuhan  kemudian  menjadi  murka.

Kita belajar hari ini ada empat hal yang menjadi milik Tuhan yang tidak boleh kita ambil

1. Pembalasan


Jangan  menuntut  balas  apabila  ada  orang  yang  berbuat  jahat  kepada  kita.  Kuncinya  cuma  satu  yaitu jangan   menyimpan   dendam   terhadap  orang   lain.  

Hidup   di   dunia   ini   pasti   terjadi   gesekan   dan kesalahpahaman, disakiti, difitnah, ditipu orang lain.

Namun Tuhan mengatakan jangan membalas agar kita  tidak  jatuh  kedalam  dosa.  Fokus  kepada-Nya  dan  Dia  akan  memberikan  damai  sejahtera. (Yoh. 12:19, Rom. 12:21, Rom. 2:6, Rom. 5:8)

2. Penghakiman


Seringkali  mulut  kita  dipakai  untuk  membuat  orang  lain  jatuh.  Jangan  pernah  memiliki  rasa  iri  hati. (Mat.7:1-2, Pen.5:5, Mat. 7:3)

Contoh dari iri hati adalah kisah Saul. Dalam hati Saul timbul iri hati sehingga sampai ingin membunuh Daud (1 Sam.18:7-9).


3. Kemuliaan Tuhan


Mencuri  kemuliaan  Tuhan  adalah  dosa.  Kita  bisa  hidup  sampai  hari  ini  semua  karena  kasih  karunia Tuhan.  Kalau  kita  bisa  berhasil  dan  sukses,  ingatlah  bahwa  pintu  berkat  itu  berasal  Dia. 

Kembalikan semuanya untuk kemuliaan Tuhan (Why.5:13, Rom.11:36, Mat.23:12)
Meminta pujian dari manusia adalah contoh mencuri kemuliaan Tuhan. (1 Sam.15:24, 1 Sam.15:30)

4. Perpuluhan


"Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah   kami   menipu   Engkau?" Mengenai   persembahan   persepuluhan   dan   persembahan khusus!" (Mal.3:8)

A. Apa itu persepuluhan?

Persepuluhan adalah berkat yang harus kita kembalikan kepada Tuhan sebesar 10%. Persepuluhan pada mulanya diajarkan kepada bangsa Israel, namun pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas bagaimana sejarah persepuluhan dan perkembangannya. Namun kita dapat melihat JANJI Tuhan tentang persepuluhan ini.

    Maleakhi 3:10, Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Saya tidak akan bilang apakah persepuluhan itu wajib atau harus, karena pasti akan ada yang menyangkal dengan berkata bahwa itu hanyalah hukum taurat dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Namun yang saya tekankan di sini adalah bahwa ada JANJI Tuhan dibalik persepuluhan ini.

Kasih karunia Tuhan tidak ada syarat, tetapi JANJI Tuhan bersyarat. Untuk mendapatkan JANJI Tuhan seperti yang ada di Maleakhi 3:10 tadi, kita harus terlebih dahulu setia dalam persepuluhan.

Benar sekali hukum taurat bisa berakhir dengan adanya penggenapan oleh Tuhan Yesus, tapi saya yakin JANJI Tuhan tidak akan pernah berakhir dan dibatalkan, sekali Tuhan berjanji, Tuhan pasti akan menepatinya.

Ya, JANJI Tuhan di sini adalah berkat berkelimpahan dari Tuhan. Mau? Setialah dalam memberikan persepuluhan. Tapi ingat, dalam memberi persepuluhan kita harus memberikannya dengan penuh sukacita.

    2 Korintus 9:7, Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

B. Janji apa yang sebenarnya dimaksud?


Kita semua kenal dengan Abraham, bagaimana Abraham disebut sebagai bapa semua orang percaya. Abraham adalah orang yang sangat diberkati oleh Tuhan, dan Abraham merupakan orang yang memperoleh janji daripada Tuhan. Tentunya kita semua sudah tau bagaimana janji Tuhan kepada Abraham yang sangat luar biasa.

    Kejadian 14:20, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Ayat di atas merupakan ayat yang menggambarkan persepuluhan pertama kali dipraktekkan. Perlu diketahui, pada waktu itu belum ada hukum taurat. Abraham melakukannya sebagai tanda perjanjian kepada Tuhan.

    Kejadian 28:22, Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Tidak hanya Abraham yang melakukannya, Yakub (yang juga disebut Israel) cucu Abraham ternyata juga melakukan ini. Yakub akan SELALU memberikan sepersepuluh dari semua yang dia terima dari Tuhan. Ini merupakan salah satu tanda perjanjian dengan Tuhan.

Jadi jelas, persepuluhan bukanlah hanya ada di hukum Taurat. Hukum Taurat Musa hanya merinci tentang hal ini yang sudah ada sejak jaman Abraham.

Kita sebagai anak – anak Abraham tentunya juga harus mengikuti tanda perjanjian ini. Jika kita memberikan persepuluhan, maka kita akan melihat bagaimana janji Tuhan kepada Abraham juga akan kita terima.

C. Di gereja saya tidak ada dan tidak diajarkan persepuluhan, bagaimana dong?


Sayang sekali dewasa ini banyak sekali gereja yang tidak mengajarkan persepuluhan kepada jemaatnya. Persepuluhan dianggap sebagai suatu beban yang berat untuk jemaat.

Gereja takut disangka “mata duitan” jika menyampaikan kebenaran tentang janji Tuhan tentang persepuluhan ini.

Yang lebih parah lagi, persepuluhan ini dianggap bukan sesuatu yang diajarkan oleh kekristenan karena tidak pernah diajarkan oleh Yesus.

Persepuluhan dianggap sudah tidak diperlukan dan tidak ada lagi. Namun sekarang kita yang membaca ini tahu, bahwa ada janji dibalik persepuluhan, jadi tidak perlu diajarkan gereja dahulu untuk memberikan persepuluhan. Mulailah memberikan persepuluhan.

D. Kenapa harus persepuluhan?

Kita harus persepuluhan untuk mengembalikan berkat yang ada pada kita kepada Tuhan. Ingat, mengembalikan tidak sama dengan memberikan, karena bukankah semua berkat yang kita dapatkan adalah milik Tuhan? Melalui persepuluhan kita, gereja Tuhan dapat dibangun.

Sebenarnya Tuhan sendiri tidak terlalu membutuhkan uang kita, yang Tuhan mau adalah bagaimana kerelaan kita untuk mengembalikan berkat yang sudah Tuhan berikan untuk memperluas pekerjaan Tuhan.

Jangan ada yang memegahkan diri karena memberikan banyak persepuluhan, karena Tuhan tidak akan pernah kekurangan, tanpa persepuluhan kita pun gereja Tuhan tidak akan mati, namun Tuhan mau memberkati kita melalui persepuluhan yang kita berikan.

E. Prinsip persepuluhan

Prinsip persepuluhan adalah kita memberikan 10% kepada Tuhan agar Tuhan yang menjaga 90% yang kita punya. Jadi hanya dengan memberikan 10%, Tuhan dapat lebih memberkati kita lewat 90% yang kita terima. Tapi tetap jangan pernah hitung – hitungan dengan Tuhan, jangan karena kita sudah memberikan persepuluhan lalu kita menuntut untuk langsung diberkati.

F. Untuk siapa sih persepuluhan itu?


Untuk menjawab ini kita lihat dulu untuk siapa persembahan persepuluhan ini awalnya diperuntukan.

    Ulangan 26:12, Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang.

Orang Lewi adalah suku yang Tuhan khususkan untuk melayani Tuhan, dalam masa sekarang ini adalah gereja. Jadi persepuluhan ini dapat kita berikan kepada gereja, biarlah gereja yang mengelola persembahan persepuluhan ini untuk segala keperluan pelayanan.

Karena anak yatim dan janda juga sebenarnya berhak menerimanya, gereja seharusnya juga menyalurkan persepuluhan ini kepada mereka, orang yang membutuhkan. Tetapi agar kita tidak terlalu repot, memberikan kepada gereja adalah yang paling baik, biarlah gereja yang mengelolanya.

Gereja saya sepertinya sudah sangat megah, kalau saya kasih ke gereja sepertinya tidak terlalu berguna, boleh tidak saya berikan kepada orang yang membutuhkan?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, persepuluhan ini bukanlah hanya menjadi hak gereja, tetapi juga orang yang membutuhkan. Kita boleh saja menyalurkannya langsung kepada orang yang membutuhkan. 

Namun dalam hal ini kita harus meminta hikmat dari Tuhan terlebih dahulu, apakah orang yang akan kita bantu benar – benar membutuhkan atau tidak. Tetapi sekali lagi, agar tidak kerepotan sendiri, saya sarankan untuk memberikannya ke gereja saja, biarlah gereja yang mengelolanya.

G. Persepuluhan itu hitung – hitungannya bagaimana?

Dari namanya kita sudah tau kalau persepuluhan dihitung dari 10% berkat yang kita dapatkan. Apakah kita harus mengkhususkan persembahan persepuluhan ini atau persembahan ucapan syukur kita dapat dihitung sebagai persembahan persepuluhan?

Sebaiknya memang kita mengkhususkan persembahan persepuluhan ini, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa persembahan ucapan syukur kita dihitung sebagai persembahan persepuluhan.

Jadi pada akhirnya, minimal kita mengembalikan 10% kepada Tuhan dan bisa saja lebih jika kita memberikan persembahan ucapan syukur secara terpisah.

H. Saya sepertinya kurang mampu dan tidak bisa memberi persepuluhan, bagaimana?

Kita tidak mungkin tidak mampu dalam memberikan persembahan persepuluhan karena yang harus dikembalikan jumlahnya 10%, tidak semuanya.

Saat Tuhan menentukan 10%, saya yakin  Tuhan tahu kalau kita semua mampu memberikannya, yang jadi masalah adalah mau atau tidaknya.

Bahkan ada banyak kesaksian yang menyebutkan bahwa saat memberikan persepuluhan, dirinya selalu merasa cukup, namun pada saat tidak memberi persepuluhan, entah kenapa bisa kekurangan.

I. Gaji saya kecil, harus kasih persepuluhan juga?

Banyak orang yang merasa sulit untuk memberikan persepuluhan karena gajinya kecil, tetapi percayalah dengan gaji besar belum tentu seseorang akan lebih mudah memberikan persepuluhan, karena dengan gaji yang lebih besar tentu jumlah yang harus dikembalikan kepada Tuhan juga lebih besar.

Sebagai contoh jika seseorang mempunyai pendapatan sebesar 10 juta, 
berarti yang harus dikembalikan kepada Tuhan adalah 1 juta, 
apakah akan mudah untuk memberikan uang 1 juta ini? 
Itu baru jika pendapatannya 10 juta, bagaimana jika pendapatannya 100 juta? 
Apakah akan mudah memberikan persepuluhan? 

Seberapapun besar berkat yang Tuhan percayakan kepada kita, tetaplah setia dalam persepuluhan dan buktikan sendiri bagaimana Tuhan mencurahkan berkat yang berkelimpahan.

Setia dalam persepuluhan, sekecil apapun tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah hati yang mau memberi.

J. Kalau tidak persepuluhan bagaimana? Dosa atau Tidak?


Pernahkah Anda merasa sering mengeluarkan uang untuk hal yang sebenarnya tidak perlu Anda keluarkan? Misalnya adalah mengeluarkan uang untuk kendaraan yang sering sekali mogok, untuk ban yang sering bocor, untuk atap rumah yang bocor, untuk barang yang rusak dan harus diganti, dan lainnya.

Seperti dikatakan di awal, dengan memberikan persepuluhan, Tuhan yang akan menjaga 90% yang kita punya agar kita dapat gunakan semaksimal mungkin.

Tuhan yang akan menjaga agar kita tidak mengeluarkan uang untuk hal – hal yang seharusnya tidak tidak perlu keluarkan jika Tuhan menjaga. Tuhan yang akan menjaga kesehatan kita sehingga kita tidak perlu membayar rumah sakit adalah salah satu contoh lain.

Tetapi saya tidak bilang kalau kita setia dalam memberikan persepuluhan kita tidak akan mengalami hal sial sama sekali, namun percayalah dengan memberikan persepuluhan, Tuhan yang akan menjaga 90% yang kita miliki itu dan menjadikannya berkat untuk kita.

K. Saya masih sekolah dan diberikan uang jajan oleh orang tua saya, haruskah persepuluhan?


Setiap uang jajan yang kita punya dapat saja kita anggap sebagai berkat yang Tuhan berikan, sehingga kita juga dapat memberikan persepuluhan sejak dini.

Dengan memberikan persepuluhan sejak dini, kita dapat mulai belajar agar di masa mendatang kita dapat dengan mudah untuk memberikan persepuluhan.

L. Kalau saya tidak rela persepuluhan bagaimana?

Jika orang sudah tahu semua hal yang saya tuliskan di atas, termasuk janji yang sudah Tuhan berikan dan masih tidak rela untuk memberikan persepuluhan, maka saya sarankan tetap memberikan persepuluhan.

Kita tidak rela bukan biasanya karena kita tidak terbiasa untuk memberi. Kalau kita mulai belajar untuk memberikan persepuluhan, kita pasti akan rela nantinya.

Namun memang, persepuluhan yang diberikan secara terpaksa hampir sama dengan tidak memberikan persepuluhan. Seperti yang saya tekankan di awal, Tuhan sebenarnya tidak melihat jumlah uang yang kita berikan, tetapi Tuhan melihat kerelaan kita dalam mengembalikan berkat yang Tuhan berikan. Oleh karena itu jika kita memberikan persepuluhan, berikanlah dengan kerelaan hati dan ucapan syukur.

Banyak  orang  menyepelekan  perpuluhan.  Perpuluhan  itu  wajib  hukumnya  untuk  perbendaharaan Kerajaan Tuhan. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk memberikan perpuluhan. Belajar untuk membayar perpuluhan agar hidup kita diberkati berlimpah-limpah.

Jangan jatuh kedalam dosa. Pembalasan, penghakiman, kemuliaan Tuhan, perpuluhan kesemuanya ini adalah hak-Nya Tuhan.

Selamat memberikan persepuluhan dan mendapatkan berkat yang berkelimpahan.

Related stories