Memanage Kekuatiran Supaya Bebas Depresi

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? 

Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
 
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
 
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
(Mat. 6:25-34)

 

Saat ini kita belajar mengenai depresi.

 

Depresi dapat terjadi kepada siapa saja, tidak mengenal status, usia atau golongan, siapapun dapat mengalami depresi. Depresi diakibatkan karena tekanan mental yang begitu besar.
Depresi tidak dapat terjadi secara tiba-tiba, butuh waktu sehingga stress yang kita hadapi menjadi depresi yang hebat.

Stress adalah awal atau pintu gerbang dari depresi.

 

Depresi dapat disembuhkan dengan cara 10% melalui pengobatan/penyembuhan dan 90% lainnya karena anugerah Tuhan.
Saat kita melihat peristiwa mengenai bunuh diri akibat depresi kita harus melihat masalah yang terjadi secara kesuluruhan karena ada akumulasi stress yang dialami sehingga menjadi depresi yang berat, dan seseorang memutuskan untuk bunuh diri.

Mari kita belajar untuk tidak menjadi depresi.

 

Apa kata Alkitab mengenai depresi? Bagaimana kita menanggapi hal semacam ini?
Alkitab berbicara mengenai kekuatiran dan kecemasan. Kekuatiran dan kecemasan yang membuat orang seringkali mengalami stress dan depresi.

Kekuatiran

Di satu sisi kekuatiran ada nilai positifnya ketika kita memberikan respon positif, kekuatiran ini ada dalam tahap pertama yaitu kekuatiran sesaat, sehingga kita menjadi giat melakukan sesuatu hal agar tidak terjadi seperti yang kita kuatirkan, contohnya kita kuatir tidak naik kelas akibatnya kita menjadi giat belajar.

Kekuatiran tahap kedua adalah kekuatiran yang menjadi-jadi, kita mengkuatirkan sesuatu yang terlalu jauh yang belum tentu terjadi. Kekuatiran ini adalah kekuatiran yang berlebihan akan sesuatu hal.
Kekuatiran tahap ketiga adalah kekuatiran saat kita mengalami persoalan dan tekanan hidup yang begitu besar. Masalah yang terjadi begitu besar sehingga kita tidak bisa menerimanya sebagai kenyataan hidup. Saat kita tidak bisa menerima kenyataan hidup itulah maka kita akan menjadi depresi. Tidak bisa menerima kenyataan hidup membuat kita sering menyalahkan diri sendiri dan bahkan menyalahkan Tuhan.

Fakta hidup yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan bertemu dengan kekuatiran kita yang berlebihan maka mengakibatkan depresi yang sangat berat akbatnya seseorang bisa menjadi gila dan bahkan dapat memutuskan untuk bunuh diri (tidak kuat menanggung tekanan yang berat).

Sakit gila yang timbul akibat depresi mengakibatkan seseorang mengalami ilusi bahwa yang terjadi adalah sesuai dengan yang dia mau, membayangkan hal-hal yang dia inginkan, namun kenyataannya tidak terjadi seperti itu.

Firman Tuhan berkata bahwa

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Setiap kita hendaknya bergantung kepada Tuhan. Fokus kita bukan kepada masalah hidup yang membuat kita kekuatiran, melainkan kepada Tuhan yang menyediakan jawaban bagi setiap masalah kita, percaya kepada Tuhan yang merancangkan segala sesuatu yang terbaik bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Menerima kenyataan hidup sebagai bagian yang harus kita jalani, tetap percaya diri bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai ciptaan yang indah yang akan Dia pakai seturut kehendak-Nya.
Bagian kita adalah memberi diri kita dengan sebagaimana kita ada untuk melakukan kehendak Tuhan sehingga memuliakan nama Tuhan.

Mari belajar untuk menerima fakta hidup kita, mintalah kepada Tuhan ketabahan untuk menerima bagian-bagian yang tidak seperti kita harapkan/inginkan, mintalah keberanian dari Tuhan untuk mengubah bagian yang bisa kita ubah, dan mintalah hikmat dari Tuhan untuk membedakan mana yang bisa kita ubah dan mana yang tidak.

Ketika kita bisa menerima fakta hidup dan berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki maka hidup kita akan berjalan dengan baik, kekuatiran boleh ada namun hal itu tidak menguasai kita, karena kita percaya di dalam Tuhan yang memiliki hidup dan berkuasa atas segala sesuatu sanggup melakukan banyak hal untuk menolong kita.

Selama kita hidup di dunia pasti ada masalah dan pergumulan.

Burung di udara saja Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, oleh karena itu mari percaya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, kita adalah manusia yang Tuhan ciptakan dengan sempurna dengan tujuanuntuk memuliakan-Nya maka DIA yang akan memelihara dan menjadikan hidup kita indah.

Mari menjaga diri kita sebaik-baiknya,buang jauh-jauh kekuatiran yang menjadi-jadi, jangan terlalu fokus dengan masalah atau segala sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, menerima fakta hidup sebagai bagian yang harus kita jalani, dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan maka niscaya kita bisa mengatasi stress yang kita alami sehingga tidak menjadi depresi yang berat.

Related stories