Jagalah Hatimu Tetap Manis


Hidup merupakan sebuah perjalanan panjang. Di dalam perjalanan hidup kita, Tuhan tidak berkata kalau hidup kita akan baik-baik saja. Akan tetapi firman Tuhan bilang janganlah kita kuatir dan janganlah takut.

Firman Tuhan itu adalah jaminannya, dan firman Tuhan tinggal dalam hati setiap kita. Oleh karena itu, selama hidup kita harus bisa menjaga hati agar firman Tuhan tidak berlalu begitu saja melainkan tinggal berakar kuat dan tidak tergantikan oleh apapun termasuk persoalan hidup.

Berbicara mengenai hati, Tuhan perduli dan memerintahkan agar kita menjaganya dengan segala kewaspadaan karena dari situ akan terpancar kehidupan.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Kita harus jaga hati kita karena hati ini adalah tempat menyimpan firman Tuhan. (Ams.4:23)

"Untuk itu Jagalah Hatimu Tetap Manis"

Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang. (Ams.12:23)

Artinya orang benar tidak akan goncang karena akarnya kuat dan akar itu adalah firman Tuhan yang disimpan dalam hati. Kalau kita jaga hati kita, maka janji Tuhan tidak akan goncang sebab firman Tuhan tersimpan dengan baik dan kuat.

Firman Tuhan itu ya dan amin karena pasti terjadi, sehingga kita tidak perlu menjadi penjaga atau bahkan pembelanya seperti seolah-olah firman itu akan hilang, lenyap atau kalah jika kita tidak membelanya.

Bukan seperti itu, melainkan yang perlu kita jaga adalah akarnya yaitu hati kita.
Pohon yang besar, bahkan yang berumur ratusan tahun akan rusak jikalau akarnya tidak dijaga.

Kenapa Kita harus Menjaga Hati?

Agar kita terhindar dari iri hati dan akar kepahitan.

- Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Ams.14:30)

- Hati yang punya damai sejahtera akan memberikan kehidupan bagi kita.

- Kita bisa pilih dimana kita tinggal, akan tetapi kita tidak bisa pilih siapa tetangga kita.

- Kita bisa pilih dimana kita bergereja, tetapi kita tidak bisa pilih bersama siapa kita pelayanan.

Kepahitan adalah suatu akar yang tidak kelihatan tetapi sangat mempengaruhi yang kelihatan.

Kepahitan dapat meracuni attitude atau perilaku kita bahkan dapat meracuni kehidupan kita.

Ciri-ciri orang yang punya kepahitan adalah penuh kekecewaan, kemarahan dan penolakan.

Hal yang membuat kita mempunyai akar pahit yaitu waktu kita menjauhi kasih karunia, kita mengandalkan diri sendiri dan berjalan sendiri.

Ingat, ada tertulis dalam firman Tuhan, berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan dan terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.

Kekecewaan boleh ada di dalam kehidupan kita, akan tetapi jangan biarkan kekecewakan itu mengakar dalam hidup kita.

Kita harus belajar mengampuni (forgiveness).

Kita harus belajar let go and let God, membiarkan hal-hal negative bagi hati pergi dan mengijinkan Tuhan yang mengambil alih kehidupan kita.

Apa saja yang menyebabkan Akar Kepahitan?

Pergumulan Hidup dan Kesengsaraan Hidup.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh.16:33)

Ayub adalah salah satu contoh orang yang menang dari akar kepahitan. Dia tidak pernah mengeluh akan keadaannya, dia tidak mengeluh kepada temannya dan dia tidak mengeluh akan Tuhan.

Contoh lainnya adalah anak bungsu dan anak sulung. Anak bungsu pergi menjual hartanya dan menghabiskan semua warisannya. Katika si bungsu sudah habis-habisan, dia pulang ke rumah bapanya.

Bapa menyambut dia bahkan menyelenggarakan pesta bagi si bungsu. Si sulung yang mendengar kabar itu mengeluh akan hal itu. Saat itu dia membanding-bandingkan dirinya dengan si bungsu.

Belajar dari apa yang dilakukan oleh si sulung bahwa waktu hidup kita seringkali suka membanding-bandingkan hidup kita dengan; hidup orang lain, HATI-HATI sebab hal itu dapat menyebabkan akar kepahitan.

Mengucap syukurlah dalam segala hal karena di dalam ucapan syukur ada kehidupan. Mungkin di dalam kehidupan kita ada banyak yang kita tidak mengerti, mungkin kita tidak perlu mengerti tetapi yang penting Allah mengerti apa yang kita perlukan.

Tumbuh karena Adanya penolakan.


Ismael merasa tertolak sehingga sampai saat ini keturunannya melakukan segala hal sebagai pembuktian diri.

Akibat dari kepahitan : RUSUH, CEMAR, CABUL bahkan bisa berujung kepada KEMURTADAN (Ibr.12:15-16).

Bukan tidak bisa mengampuni yang buat kita tidak mengampuni, akan tetapi  karena  akar kepahitan itu yang membuat kita susah mengampuni.

Tetapi Tuhan memerintahkan agar kita mengampuni dan jikalau Tuhan yang suruh maka kita harus lakukan, walau tidak mudah namun kita minta kepada Tuhan agar ditambah-tambahkan iman untuk bisa melakukannya.

Tuhan tahu hal itu, oleh sebab itu Dia menyuruh kita untuk jaga hati kita. Dia mau kita tampil lebih dari pemenang.

3. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

4. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."

5. Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan:
"Tambahkanlah iman kami!" (Luk.17:3-5)

Apa akibatnya kalau kita tidak mengampuni?

Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. (Mat.18:34)

Diserahkan kepada algojo atau dengan kata lain penyiksa, artinya hidup kita akan tersiksa.

Orang yang tidak bisa mengampuni diibaratkan seperti orang yang minum racun tetapi berharap orang lain yang merasakan akibatnya, dia sendiri yang lama kelamaan akan mati.

Orang yang melepaskan pengampunan adalah; orang yang akan melepaskan dirinya sendiri dari masalah dan hukuman.

Oleh sebab itu, jadilah bijaksana dan mengampunilah.

Mengampuni itu tindakan iman. Iman tidak membuat segala sesuatu jadi mudah, tetapi iman membuat sesuatu jadi mungkin. (1 Tim.1:19)

Iman bisa kandas kalau kita tidak jaga hati kita. Saat Stefanus dilempari batu, salah satu yang hadir saat itu adalah Saulus. Akan tetapi dikarenakan adanya pengampunan yang di lepaskan oleh Stefanus maka seorang Saulus bisa menjadi seorang Paulus. Pengampunan sanggup melahirkan suatu jiwa yang baru.

Bagaimana caranya untuk mengobati akar kepahitan?

20. Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
21. janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
22. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
23. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams.4:20-23)

Obatnya adalah firmanTuhan. Firman Tuhan itu menjadi kehidupan, menjadi obat bagi mereka yang dipenuhi oleh kepahitan.

Oleh karena itu, janganlah simpan kepahitan sebab Tuhan mau kita merasakan terobosan.
Lepaskan pengampunan, maka damai sejahtera yang dari pada Allah Bapa akan memenuhi kehidupan kita.

Related stories